Penanganan Reumatik pada Lansia yang Benar

Penanganan reumatik pada lansia  tentu harus memperhatikan beberapa hal. Di usia lanjut, secara umum biasanya telah terjadinya perubahan-perubahan pada tubuh, baik secara fisik maupun fungsi tubuh. Biasanya pula, akan ada beberapa penyakit yang mulai muncul dan menggangu kesehatan, salah satunya adalah reumatik.

Reumatik adalah salah satu jenis penyakit autoimun yang dapat menyebabkan peradangan pada sendi.Pada usia lanjut, reumatik yang biasanya diderita adalah jenis reumatik osteoarthritis.

Reumatik biasanya akan membuat penderitanya  susah untuk bergerak sehingga akhirnya membatasi segala aktivitas kesehariannya.  Sementara itu, reumatik pada usia lanjut memang tidak bisa diobati karena fungsi tubuh yang sudah menurun. Pada saat ini yang bisa dilakukan adalah dengan meredakan gejalanya.

Sebetulnya, reumatik bisa menyerang siapa saja. Namun, biasanya wanita lebih sering mengalami hal ini dibandingkan dengan pria. Meski biasanya rematik muncul di usia dewasa, tetapi bisa juga baru terasa di usia yang sudah lanjut.

Lalu, apa sajakah gejala-gejala yang kerap terlihat dan terasa? Beberapa gejala tersebut seperti sering merasa kelelahan serta sulit untuk bergerak, bahkan  terasa sakit di seluruh tubuh, terutama pada saat berjalan. Selain itu, tubuh juga terasa pegal, linu, serta juga kaku. Tanda penyakit rematik yang menyerang lainnya juga bisa berupa bengkak pada sendi, gangguan gerak, dan terasa lemah pada otot.

Baca Juga: Serba-Serbi Mengurus Paspor Bagi Lansia

Sekali lagi, pada orang yang telah berusia lanjut yang terserang reumatik, tidak ada pengobatan dan penyembuhan secara total, bahkan penggunaan obat secara terus menerus pun tidak dianjurkan karena bisa mengganggu fungsi ginjal dan hati atau yang dapat menimbulkan efek ketergantungan, seperti dilansir Hellosehat.com(11/07/2017).

Lantas, apa saja yang bisa dilakukan dalam hal penanganan reumatik pada lansia atau orang yang telah berusia lanjut?

1. Obat Reumatik

Ibuprofen adalah jenis obat anti-radang non-steroid yang dapat digunakan untuk meredakan nyeri pada sendi, meredakan pembengkakan, dan rasa kaku. Namun, perlu diperhatikan bagi Anda yang memiliki masalah pada jantung dan ginjal karena obat ini akan memberikan efek samping.

Baca Juga:Hindari Pikun di Masa Tua dengan Melakukan Hal-Hal Ini

Selain itu, ada obat kortikosteroid seperti prednisone yang juga bisa meredakan gejala reumatik. Namun, Anda harus berhati-hati karena lagi-lagi ada efek samping dari penggunaan obat ini, yaitu dapat meningkatkan risiko terserang osteoporosis. Oleh karena itu, sebaiknya Anda menggunakan kortikosteroid dengan dosis yang lebih rendah.

Ada juga beberapa obat antirematik modifikasi-penyakit (DMARD/disease-modifying anti-rheumatic drug) lainnya seperti methotrexate, hydroxychloroquine, dan sulfasalazine. Meskipun cenderung aman digunakan untuk jangka waktu yang panjang, obat ini tetap akan memberikan efek samping, terutama bagi Anda yang bermasalah dengan paru-paru dan juga ginjal.

2. Operasi

Jika kerusakan pada sendi semakin parah akibat penyakit ini,  operasi adalah salah satu jalan keluar yang bisa dilakukan. Untuk itu, konsultasikan dengan dokter  untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut.

3. Terapi Biologis

Pemakaian obat biologi merupakan obat baru untuk mengobati reumatik. Biasanya, pemakaian jenis obat ini diikuti dengan obat reumatik jenis lainnya yang fungsinya bertindak sebagai zat alami dalam darah untuk meredakan rasa sakit dan pembengkakan pada sendi. Sama seperti obat lainnya, obat ini juga memiliki efek samping, tetapi manfaatnya jauh lebih besar.

4. Olahraga dan Beristirahat

Lakukan olahraga secara teratur dan istirahat yang cukup untuk mengurangi gejala reumatik. Jika reumatik datang menyerang, sebaiknya Anda beristirahat dan tidak banyak bergerak. Untuk itu, pilihlah jenis olahraga yang ringan, seperti berenang atau berjalan santai. Jangan lupa untuk memperhatikan pola makan dan tetap makan makanan sehat.

Demikianlah beberapa penanganan reumatik pada lansia yang bisa dilakukan untuk menangani masalah reumatik pada mereka yang telah berusia lanjut.

Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *